Sunday, 22 March 2020

Macan Dahan Kalimantan, Si Kucing Pemanjat Pohon

image from google


Macan Dahan Kalimantan, Si Kucing Pemanjat Pohon

Tahukah Anda kalau ada kucing yang seperti macan? Jika Anda mengetahuinya, maukah Anda memeliharanya? Ya, Macan dahan kalimantan atau Neofelis diardi adalah kucing liar berukuran sedang yang ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Pada tahun 2006, ia dijadikan sebagai spesies terpisah dari kerabat dekatnya, Neofelis nebulosa. Nama Bornean clouded leopard (macan dahan kalimantan) diterbitkan oleh WWF pada 14 Maret 2007, mengutip Dr. Stephen O'Brien dari U.S. National Cancer Institute mengatakan, "Hasil kajian genetik jelas-jelas menunjukkan bahwa macan dahan kalimantan harus dianggap sebagai spesies yang terpisah". Tahun 2008, IUCN mengklasifikasikan spesies ini sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan, dengan ukuran populasi efektif total diperkirakan kurang dari 10.000 individu dewasa, dan tren populasi yang menurun. Daerah penyebaran macan dahan terdapat di wilayah seperti Asia Tenggara, dengan tempat hutan dataran rendah dan pegunungan, Republik Rakyat Tiongkok, Indocina, India, dan Semenanjung Melayu.
Macan dahan ini merupakan hewan nokturnal yang aktif berburu pada malam hari dan tidur pada siang hari. Tak hanya itu, ia juga banyak menghabiskan waktunya di atas pohon karena mempunyai kemampuan bergerak secara lincah di antara pepohonan. Macan dahan berburu makanan dari berbagai macam satwa liar seperti burung, bekantan, monyet, ular, dan sejenisnya. Macan dahan mirip seperti kucing, sebelum memakan mangsanya ia membersihkan bulu-bulu calon santapannya dengan menggunakan lidahnya.
Macan dahan Kalimantan adalah kucing dan pemangsa terbesar yang ada di Kalimantan. Untuk karakteristik fisiknya, macan Dahan ini memiliki badan yang kekar, beratnya antara 12-25 kg sedangkan panjangnya sekitar 90 cm. Ia juga memiliki gigi taring sepanjang dua inci, secara proporsional terhadap tengkoraknya ini adalah gigi taring terpanjang dibanding kucing-kucing yang masih ada. Adapun hal unik dari Macan Dahan ini adalah ekornya dapat tumbuh sepanjang tubuhnya, hal ini berfungsi untuk membantu keseimbangan tubuhnya. Pola yang ada pada bulunya berupa oval tak beraturan dengan sisi tepi hitam, dan di dalamnya ada titik-titik hitam (yang menyebabkannya lebih gelap daripada macan dahan Malaya). Sedangkan pada lapisan rambut pada tubuhnya terdapat tutul-tutul yang konon berbentuk mirip awan, yang memberinya nama clouded leopard dalam Bahasa Inggris. Meski para ilmuwan telah mengetahui keberadaannya sejak awal abad ke-19, ia diidentifikasi sebagai spesies yang terpisah tersendiri pada tahun 2006, karena sebelumnya dianggap sebagai subspesies dari macan dahan (Neofelis nebulosa).
Untuk bulunya sendiri, pada umumnya bulu dari Macan Dahan ini berwarna abu-abu kecokelatan dengan pola seperti awan dan totol-totol hitam di tubuhnya. Tak hanya di badan, di kepala juga ada totol-totol yang ukurannya lebih kecil dan terdapat totol putih di belakang telinga. Kaki dari macan ini begitu pendek, namun mempunyai telapak kaki yang besar juga berekor panjang disertai garis bintik berwarna hitam.
Sejak tahun 2006 hingga saat ini macam dahan yang hidup di Kalimantan sudah tidak dianggap sebagai macan dahan benua, akan tetapi dimasukkan ke dalam spesies Neofelis diardi. Macan dahan ini terdaftar dalam CITES yang merupakan konvensi perdagangan tumbuhan dan satwa liar spesies terancam. Ini merupakan perjanjian Internasional antar negara yang tersusun berdasarkan resolusi sidang anggota WCU tahun 1963. Konvensi ini ditujukan untuk melindungi tumbuhan dan satwa.
            Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk memelihara si Macan berbentuk kucing ini?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Macan Dahan Kalimantan, Si Kucing Pemanjat Pohon

0 comments:

Post a comment