Sunday, 22 March 2020

Si Emas ASIA, kucing dari Sumatera Nihhh!!!

image from google


Kucing Hutan Sumatera, Si Emas Asia

            Siapa bilang kucing hutan hanya ada di Jawa dan Kalimantan? Kucing hutan juga tersebar di daerah Pulau Sumatera. Ia juga biasa disebut sebagai kucing Emas Asia. Apakah bentuknya berwarna emas? Nah, jika Anda penasaran, silakan baca artikel ini karena kali ini kita akan membahas mengenai kucing Emas Asia.
Kucing Emas Asia juga biasa disebut dengan kucing Temminck  yang merupakan kucing liar asal Asia Tenggara dengan ukuran sedang. Pada tahun 2008 kucing ini diklasifikasikan oleh IUCN sebagai kucing yang hampir terancam. Ia juga menyatakan bahwa spesies ini mendekati kualifikasi sebagai kucing rentan disebabkan karena maraknya perburuan dan hilangnya habitat, ditambah lagi dengan hutan Asia Tenggara yang menjalani tingkat daerah deforestasi paling cepat di dunia.
Untuk karakteristiknya kucing emas Asia sangatlah terbentuk, dengan tampilan sebagaimana kucing pada umumnya. Kucing ini memiliki panjang dari ujung kepada sampai dengan badan dari 66 105 cm (26 sampai 41) dengan panjang ekor 40 – 57 cm, bahu 56 cm, dan berat sekitar 9-16 kg yaitu 3 kali dari berat ukuran kucing peliharaan. Untuk bulunya sendiri ia memiliki bulu yang seragam dalam warna, tetapi sangat bervariasi. Seperti namanya, bulu kucing Emas Asia ini adalah merah ke coklat keemasan, coklat tua sampai kayu manis pucat, abu-abu sampai hitam. Bentuk peralihan antara pewarnaan yang berbeda juga ada. Hal ini dapat ditandai dengan bintik-bintik dan garis-garis. Garis-garis putih dan hitam berada di pipi dan sampai ke atas kepala, sedangkan telinga berwarna hitam dengan abu-abu disekitar pusat. Kucing Emas dengan bintik-bintik seperti macan tutul telah ditemukan di Cina, menyerupai kucing macan tutul besar. Bulu berbintik merupakan karakteristik resesif.
Daerah penyebaran dan habitatnya terdapat di seluruh Asia Tenggara, mulai Tibet, Nepal, Bhutan, India, dan Bangladesh ke arah Myanmar. Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Cina Selatan ke Malaysia dan Sumatera. Namun mereka lebih suka tinggal di daerah hutan yang diselingi bebatuan, dan banyak ditemukan di sulung kering, seperti hutan hujan tropis yang hijau dan subtropis. Tapi juga terkadang juga mereka ditemukan di area yang lebih terbuka seperti padang rumput.
Untuk sifatnya sendiri, kucing Emas Asia utamanya biasa beraktifitas di malam hari, Namun studi membuktikan pada dua  spesimen terungkap bahwa terdapat pola aktifitas arrhythmic didominasi oleh puncak aktifitas crepuscular (aktif saat peralihan hari/remang-remang) dan diurnal (aktif ketika siang hari), dengan sedikit aktifitas ketika larut malam. Kucing Emas Asia ini pun sangat teritorial dan soliter. Wilayah jantan adalah 47,7 km2 (18,4 sq mi) dan meningkat lebih dari 15% selama musim hujan. Wilayah betina adalah 32,6 kilometer persegi (12,6 sq mi). Kedua kucing bepergian antara hanya 55 meter (180 kaki) lebih dari 9 kilometer (5,6 mil) dalam satu hari dan lebih aktif pada bulan Juli dari bulan Maret.
Adapun Kucing Emas Asia dapat memanjat pohon bila diperlukan. Mereka biasa berburu burung, tikus besar dan reptil, ungulates kecil seperti muntjacs dan rusa sambar muda. Mereka juga mampu menjatuhkan mangsa yang lebih besar dari diri mereka sendiri, seperti sapi kerbau domestik. Untuk vokalisasi, pada umumnya mereka termasuk hewan yang bisa mendesis, meludah, mengeong, mendengkur, menggeram, dan menggelegak. Metode komunikasi lainnya diamati dalam penangkaran kucing Emas Asia termasuk menandai dengan aroma, penyemprotan urin, menggaruk pohon dan kayu dengan cakar, dan menggosok kepala terhadap berbagai objek, seperti kucing domestik.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Si Emas ASIA, kucing dari Sumatera Nihhh!!!

0 comments:

Post a comment